Jumat, 23 November 2012

Resume Kelompok 5

organisasi
Organisasi adalah kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
organisasi juga dapat di artikan saat manusia memiliki misi yang sama dan membuat sebuah perkumpulan untuk mencapai suatu tujuan atau sekelompok tujuan yang sama pula secara bersama-sama, agar mudah dalam mencapai tujuan tersebut.
 
perubahan organisasi
dalam organisai, pasti ada perubahan yang dilakukan untuk menjaga ke eksistensiannya terhadap perubahan zaman.
Perubahan organisasi itu sendiri adalah upaya masyarakat dalam organisasi tersebut, bekerja sama dalam mencapai suatu tujuan yang sama, dengan melakukan perubahan-perubahan organisasi dalam berbagai aspek. Atau melakukan berbagai penyesuaian dengan perkembanagn zaman yang terus berkembang.  Agar tujuanya dapat tercapai, dan dapat bertahan dalam perubahan besar dunia.

perkembangan organisasi 
dalam suatu organisasi, sebuah perkembangan yang positif terhadap kelompok/organisasinya sangatlah diperlukan, karena organisasi dapat dikatakan berhasil jika organisasi itu berkembang ke arah yang postif untuk mencapat tujuannya.
perkembangan suatu organisasi dapat di jadikan parameter, apakah organisasi itu dapat tetap eksis dan mengayomi masyarakat atau dapat hilang pamornya akibat perkebangan zaman.
sekian resume dari kelompok 5 yang dapat saya sampaikan. kekurangannya mohon dimaafkan .

Resume Kelompok 3

kali ini saya akan meresume kelompok 3 terlebih dahulu.
beranggotakan Budi, Indri, Martin, Rio, Tondi dan Adi memperesentasikan makalahnya tentang "pengambilan keputusan dalam organisasi" . seperti kelompok yang lain, pertama-tama mereka melakukan pembukaan, lalu masuk ke isi hingga sampai pada kesimpulan dari makalah tersebut.
terakhir, dilakukan lah sesi tanya jawab antara kelompok lain dengan kelompok 3.

pertanyaan pertama oleh tri boy ginting :
faktor-faktor apa saja yang membuat pemimpin mampu mengambil keputusan dengan baik?
jawabnnya, faktor yang membuat pemimpin mampu engambil keputusan dengan baik adalah karakter dan keadaan dari pemimpin itu sendiri.

pertanyaan kedua oleh bachtiar :
dalam pengambilan keputusan, lebih sulit secara individual atau kelompok?
jawabnnya adalah, lebih rumit kelompok, karena biasanya pemikiran manusia itu berbeda-beda dan dengan itu harus bisa di satukan.

 pertanyaan ketiga oleh billy :
arti dari praktik faktorial?
jawabannya, diktator itu lebih bergaya otoriter, yaitu hanya memikirkan kehendaknya sendiri.

pertanyaan-pertanyaan yang telah dijawab pun menyudahi presentasi mereka kali itu.
sebagai penutup, bu ira pun memberi sedikit kesimpulan mengenai materi dari kelompok 3 yaitu,
dalam mengambil keputusan baik secara berkelompok atau individu, kita harus melihat acuan-acuan yang kita perlukan untuk mengambil keputusan itu. semisalnya seseorang ingin mengambil keputusan secara pribadi, bagus jika orang tersebut boleh melihat orang-orang yang ada dibidang yang sama. kita cari bukti-bukti yang bisa kit aambil untuk mengambil keputusan.

Resume Kelompok 6

1. "Adakah tipe-tipe utama yang dapat dilihat dari seorang pemimpin?"
jawab  :  "Ada, tipe utama pada seorang pemimpin adalah tipe otoritis, tipe paternalis, tipe militerisitik, tipe karismatis, dan tipe demokratis."

2.  "Sebutkan contoh-contoh dari teori ekologis, teori sosial, dan teori genetis!"

jawab  : "Teori ekologis bisa kita lihat dari sosok Ibu Megawati Soekarno Putri, kemudian untuk teori genetis pada dasarnya semua manusia yang dilahirkan ke dunia pasti mempunyai sifat menjadi seorang pemimpin terutama untuk dirinya sendiri, hanya saja seiring berjalannya waktu sifat kepemimpinan pada diri manusia berbeda-beda, ada yang sangat mencolok dan ada yang tidak mencolok. Itu semua bergantung kepada bagaimana karakter seseorang terbentuk."

Resume Kelompok 1

mata kuliah teori organisasi umum 1 atau sofskill diadakan diskusi, yang membahas tentang “Arti Pentingnya Organisasi dalam Masyarakat”. yang dipimpin oleh kelompok 1 yang beranggotakan ade, ian, yuda, sahid, sofyan, bili, egga.

Awal diskusi dilakukan dengan penjelasan – penjelasan yang mereka buat setelah itu dibukalah sesi tanya jawab.

pertanyaan 1 "Apa aja sih syarat-syarat untuk membentuk suatu organisasi?"
dijawab Ian, “sebenarnya itu bukan alat untuk saling serang, tapi seperti contohnya ada dua ormas yang sedang merebut lahan parkir disebuah tempat, oleh karena itu mereka saling beradu argument dan berdebat. Karena mereka tidak menemukan titik penyelesaiannya akhirnya terjadilah penyerangan tersebut. Oleh karena ketidak puasan salah satu ormas yang tidak mendapat lahan parkir inilah, akhirnya terjadilah saling menyerang”.

Pertanyaan 2 "Tujuan dibentuk ormas adalah untuk menyatukan masyarakat. tapi, kenapa terkesan menjadi alat untuk saling serang?"
dijawab oleh billy, “syarat-syarat membentuk suatu organisasi itu yang pertama adalah mempunyai sikap dan tujuan yang jelas, kedua dari diri kita masing-masing harus mempunyai jiwa kepemimpinan, ketiga memiliki tangggung jawab”.

Pertanyaan 3 "Bagaimana cara mengatasi ormas-ormas yang berlaku anarkis?"
dijawab oleh ade, menurut ade “Yang melakukan tindakan anarkis itu sebenarnya bukan ormas itu, tapi karena satu atau beberapa anggota ormas yang melakukan anarkis, jadi semua terkesannya bahwa yang melakukan tindakan tersebut adalah sebuah ormas itu. Setiap ormas memiliki sebuah pemimpin, oleh karena itu ini juga menjadi tanggung jawab pemimpin untuk mengatur bagimana keanggotaannya, karena setiap anggota juga memiliki pemikiran atau pemahaman yang berbeda-beda. ”

Dan terakhir bu ira menambahkan sedikit kesimpulan sebuah ormas, terbagi antara ormas formal dan informal, kalau informal itu contohnya seperti pertemuan arisan, yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat ibu-ibu rumahtangga, sedangkan yang jelas membedakan ormas informal dan formal itu adalah badan hukum.

Resume Kelompok 4

setelah kelompok 3 terlebih dulu mempresentasikan makalahnya. sekarang giliran kelompok 4 mempresentasikan makalah yang berjudul "Arti Pentingnya Komunikasi dalam Organisasi" yang dipresentasikan oleh Rofi, Boy Ginting, Denti, Fadhil, Latifah, dan Gilang. seperti yang lainnya, pertama mereka melakukan pembukaan yang di moderatori oleh Boy ginting. selanjutnya bergiliran mempresentasikan materi nya masing-masing. sesi tanya jawab pun di buka : 1. kartina seperti yang dibilang oleh rofi, hambatan dibagi menjadi 3. berikan contoh dari hambatan-hambatan tersebut? jawabannya, hambatan teknik contohnya komunikasi HT, hambatan semantik contohnya perbedaan makna (kata bujang pada orang Sunda, berarti sudah. namun kata bujang untuk orang Sumatera berarti anak laki-laki), hambatan manusiawi contohnya perbedaan prinsip, umur, keadaan emosi. 2. ian dalam komunikasi informal, ada yang dinamakan jalur tersembunyi. jelaskan apa yang dimaksud dengan jalur tersembuyi?
jawabannya, jalur tersembunyi pada dasarnya bukan kepada organisasinya, namun kepada anggota-anggota dalam organisasi tersebut.  3. fajar bagaimana cara meminimalisirkan nois? jawabannya, jika komunikasi secara langsung meminimalisirnya dengan cara tatap wajah, face to face, atau bahasa tubuh. jika dengan komunikasi tidak langsung kendalanya dalah alat komunikasi, cara meminimalisirnya dengan provider. setelah sesi tanya jawab selesai, presentasi kelompok 4 pun ditutup dengan kesimpulan yang dibacakan oleh mederator, tri boy ginting.

Resume Kelompok 2

Pada posting saya kali ini, saya membuat resume untuk kelompok 2 yang membahas tentang “Konflik dalam Organisasi” yang pada waktu sebelumnya telah dilakukan terlebih dahulu presentasi oleh kelompok 2.
Pada saat presentasi, presentasi berjalan dengan baik, tapi sayangnya kurang memuaskan bagi Ibu Ira dosen kami. Karena menurut Ibu Ira kelompok ini presentasinya masih teks book, dan itu menandakan masih banyak yang belum siap. Kelompok ini juga kurang tepat dalam menjawab sehingga para pemberi pertanyaan masih ada yang kurang puas, sehingga pada akhir diskusi Ibu Ira mencoba membantu memberikan komentar untuk menyelesaikan diskusi pembelajaran ini dengan baik.
Ini adalah beberapa pertanyaan dan jawaban yang didiskusikan
1.      “apakah pengakuan budaya itu spesifik komplit ?”
2.       “apakah konflik ada yang tidak merusak organisasi tapi malah menguntungkan, contohnya?!”
3.      “mengapa konflik yang terjadi pada persepakbolaan di Indonesia malah membuat prestasi mereka turun, dan mengapa hal ini harus dibiarkan berlama-lama ?”
4.       “apa manfaat dalam berorganisasi ?”
Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan diatas, yaitu konflik ada yang menguntungkan dan merugikan, dan konflik yang menguntungkan itu, contohnya perdebatan diantara anggota kelompok yang dapat memberikan atau menghasilkan solusi yang lebih baik.
Sebuah konflik pada pssi bukan dibiarka berlama-lama, dikarenakan konflik pssi ini sudah mulai bercampur dengan perpolitikan.

Kamis, 22 November 2012

Afika In The Class


Bu Guru: Afikaa..
Afika: Iya..
Bu Guru: Ada murid baru nih..
Afika: Siapa?
Bu Guru: Murid baru pindahan dari Colombo, namanya
Sudrun...
Afika: Haa jaruk?
Bu Guru: AFIKAAA! KECAKEPAN BGT SIH LO?! INI
SEKOLAHAN! BUKAN LOKASI SYUTINGG TAUKK!! *banting oreo*

-------------------------

Bu Guru: Afikaa..
Afika: Iya..
Bu Guru: Ada peribahasa nih?
Afika: Apa?
Bu Guru: Coba teruskan peribahasa berikut ini, tp awas
kalo kamu jwbnya 'haa jaruuk', Ibu jejelin meja kamu!
Afika: Iya Bu!
Bu Guru: Bersatu kita teguh...
Afika: Bertuju kita 7Icons, Bu!
Bu Guru: GLEK! *keselek penggaris*